Sabtu, 28 Januari 2017

AKU




AKU. Pribadi yang... bagaimana ya?
AKU. Pribadi yang bebas, tidak suka keterikatan, blum bisa menjaga yang namanya komitmen.
AKU. Ah, terlihat lugu, sopan diluar, patuh tampaknya. Tapi sedikitpun itu tak benar.
AKU. Aku bukan setaat itu pada doktrin2, perintah, dan statement apapun yang orang lain katakan. Bukan pula secepat kilat mengerjakan tugas. Aku juga bukan setegar itu ketika didiamkan, diacuhkan.
AKU. Jiwa yang pemberontak. Hati yang tak mudah mengiyakan apa yang orang lain katakan. Kata ibu, aku itu bebal. Dengan telinga mini, aku tak mudah mendengar dan menelan kata orang.
AKU. Gampang saja mengamati sesuatu. Dengan gayaku. Dengan ya itu tadi, “keceriaan, kepolosan”, melihat dengan kacamata seorang pemberontak. Gampang saja mengatakan hal ini tidak benar, hal itu salah, yg ini ngga baik, yg itu harusnya begini begitu. Ah, omong kosong! Ucapan tak sama dengan Aksi.
AKU. Hah! Sudah kukatakan, aku hanya bisa omong kosong. Eksekusi? Oh, aku tak pernah melakukannya.
AKU. Dengan segudang prestasi, apa itu membantu dalam byk hal? Jika ya, hal apa sajakah itu? Aku ingin tahu. Ayo SEBUTKAN!
AKU. Bukan makhluk sosial. Bukan makhluk dengan kepekaan, jiwa sosial tinggi, tak punya empati, feeling, simpati, dan perasaan2 remeh temeh lainnya yang berhubungan dengan sosial. Boro2 punya rentetan produk2 sosial itu, aku saja hidup dengan diriku sendiri. Ya, aku hidup denganku, berjalan dengan kedua kakiku, melihat dengan kedua mataku, berperang kata dengan lisanku, dan mati dengan diriku jua.
AKU. Apa hal yang bisa kubanggakan dri ujung kepala hingga ujung kaki?
AKU. Sejak lama sudah kubuang nurani-ku, menggantinya dengan tirani
AKU. Bagaikan Ombak. Kelihatannya cuma air, bukan? Ya, air yang dapat menerjang karang, mengoyak lautan, membawa isinya simpang siur, membuat manusia yang kuinginkan terseret hingga jauh.
AKU. Ya AKU.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar